Logo jasaahliseo

Mengenal Behavioral Targeting Strategi Optimasi Iklan Bisnis

behavioral targeting

Share:

Belum banyak yang tahu tentang strategi apa saja yang harus dilakukan dalam pemasaran digital. Khususnya mengenai teknik behavioral targeting. Padahal, teknik ini cukup menentukan sukses tidaknya suatu bisnis di pasar digital. Bagi Anda yang ingin mengenal istilah ini, mari simak selengkapnya di artikel berikut ini!

Apa itu Behavioral Targeting?

Jika dialihbahasakan ke Bahasa Indonesia, behavioral targeting berarti penargetan perilaku. Maknanya, teknik ini berkaitan dengan optimasi target konsumen bisnis Anda menggunakan satu cara. Yaitu, menganalisis perilakunya di internet.

Contoh kasusnya bisa dilihat pada saat di mana Anda mencari suatu produk di internet. Secara otomatis, produk tersebut akan direkomendasikan di berbagai situs ataupun platform lainnya. Hal ini dikarenakan, internet memahami kebiasaan, minat, dan preferensi Anda sebagai konsumen.

Manfaat Behavioral Targeting untuk Pebisnis

Setelah mengetahui definisi dari penargetan berdasarkan perilaku, Anda tentu ingin tahu manfaat dari teknik ini. Adapun manfaat tersebut bisa dikatakan cukup banyak, beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Segmentasi Target Pasar Lebih Akurat

Manfaat yang pertama dari penerapan teknik ini adalah memastikan akurasi segmentasi target pasar. Dengan langkah ini, iklan akan lebih banyak muncul di perangkat orang-orang yang mencari produk serupa.

2. Efisiensi Biaya PPC

Dari manfaat sebelumnya, selanjutnya ada manfaat efisiensi biaya PPC atau Pay-per-Click. Dengan menggunakan strategi ini, Anda tidak akan membuang uang secara cuma-cuma untuk membayar iklan yang sampai pada sembarang pengguna internet. Sebab, iklan yang dipasang akan sampai pada target atau setidaknya calon konsumen.

Baca lebih lanjut  Cara Website Diterima Google Ads Tips Agar Cepat Diterima Edisi 2022

3. Meningkatkan Peluang Brand Loyalty 

Menggunakan trik behavioral targeting juga dapat meningkatkan brand loyalty. Pasalnya, orang-orang yang pernah membeli produk Anda juga akan direkomendasikan kembali. Bukan tidak mungkin mereka juga membutuhkannya lagi. Alhasil, hubungan bisnis Anda dan konsumen bisa makin erat.

4. Menjadikan Conversion Rates Meningkat

Ketika terjadi hubungan yang kuat antara konsumen dan pebisnis, hasil akhirnya tentu saja konversi meningkat. Meski tidak secara instan dan cepat, hal tersebut pasti terjadi. Terutama jika Anda terus memperbaiki kualitas produk dan cara beriklan.

5. Analisis Data Lanjutan Lebih Efektif

Untuk mendapatkan konversi lebih banyak, diperlukan perbaikan pada cara yang sebelumnya dilakukan. Sebelum itu, tentu dibutuhkan yang namanya analisis data. Dengan menggunakan teknik penargetan perilaku, analisis data tersebut dipastikan lebih mudah. Sebab, datanya sudah terkumpul dalam satu media sehingga Anda hanya perlu melakukan analisis.

Langkah-Langkah Optimasi Iklan Bisnis dengan Behavioral Targeting Strategi

Untuk mendapatkan manfaat-manfaat di atas, teknik behavioral targeting bisa dilakukan dengan 4 langkah berikut. Apa saja itu?

 1. Tetapkan Target Produk yang Dijual dan Pahami Kebutuhannya

Ketika Anda memutuskan untuk menjual suatu produk, pastinya sudah memikirkan tentang siapa saja target pembelinya, bukan? Entah itu menyasar semua kalangan entah generasi tertentu. 

Selain membuat penargetan, pastikan Anda tidak lupa untuk mencari tahu kebutuhannya. Dengan begitu, produk yang dikeluarkan bisa memberikan manfaat maksimal pada mereka.

Di samping berusaha memahami kebutuhannya dari segi manfaat produk, lakukan juga analisis tentang kebiasaan mereka di internet. Anda bisa memanfaatkan tools analitik untuk mengetahui kalangan tersebut menyukai hal apa saja.

2. Buat Iklan yang Menarik untuk Target

Salah satu kesalahan pebisnis yang baru terjun ke digital marketing adalah membiarkan iklannya dibuat seadanya. Padahal, iklan yang menarik sangat mempengaruhi jumlah konversi di pemasaran digital.

Untuk memastikan iklan Anda bagus, pastikan konsepnya sesuai dengan target konsumen. Misalnya, jika target adalah usia 18 tahun-an ke atas, media iklan berupa poster bisa dibuat dengan kata-kata yang membangkitkan mood. Sementara itu, produk untuk usia 50-an sebaiknya dibuat lebih realistis atau secara langsung.

Selain dalam hal kata-kata atau biasa disebut copywriting, templat dan objek dalam poster juga harus berkesan.

3. Optimasi Penawaran Iklan Berdasar pada Perilaku Sebelumnya

Beberapa orang mungkin merasa tidak nyaman ketika mendapati iklan yang sama secara terus-menerus. Alhasil, menawarkan produk sama pada seorang target bisa saja menimbulkan resiko besar untuk situs bisnis Anda. Guna menghindari hal tersebut, Anda bisa menyiasatinya dengan memberikan tawaran lain yang lebih menarik dan eksklusif.

Baca lebih lanjut  Teknik Storytelling yang Wajib Kamu Tahu untuk Branding Bisnis Anda

Seperti produk yang sedang turun harga ataupun barang-barang yang lagi populer dan banyak dibeli masyarakat.

4. Melakukan Retargeting dengan Teknologi

Pada dasarnya, alur dalam penerapan strategi behavioral targeting tidak beda dengan beberapa teknik lainnya. Trial and error pasti ada. Terlebih jika Anda baru sebentar menggunakan strategi.

Namun, inti penggunaan teknik ini tetap sama. Pebisnis tidak bisa mundur begitu saja. Begitu juga inti utama dari retargeting.

Sebagai informasi, saat ini terdapat dua cara populer yang biasa digunakan untuk retargeting. Yaitu, Google Ads dan Facebook Ads. Dengan menggunakan salah satu dari alat tersebut, Anda bisa membuat pengaturan iklan selama beberapa hari pada orang yang sempat mengunjungi situs web. Namun, mereka tidak melakukan konversi langsung.

5. Evaluasi Hasil dan Lakukan Perbaikan

Tidak ada strategi yang otomatis bekerja dengan sempurna. Oleh sebab itu, saat menerapkan teknik ini, Anda harus siap melakukan evaluasi. Selain itu, persiapkan juga beberapa taktik baru untuk memudahkan proses memperbaiki strategi digital marketing untuk kemudian hari.

Beberapa alat analisis bisa Anda pakai untuk memudahkan evaluasi. Contohnya, ada tools CTR atau Click-Through-Rate dan ROI atau Return of Investment.

Etika dalam Penerapan Teknik Behavioral Targeting

Banyaknya manfaat yang  bisa didapatkan jika menerapkan strategi penargetan perilaku tentu membuat tak sedikit orang ingin menerapkannya. Jika Anda juga begitu, pastikan memahami sejumlah etika dalam penerapan teknik ini. Di antaranya adalah sebagai berikut:

Hormati Privasi Konsumen

Dalam penerapannya, tim penargetan maupun Anda pasti menemukan sejumlah data privat target konsumen. Hal tersebut harus dipastikan terjamin aman dan tidak disalahgunakan untuk keuntungan pribadi Anda.

Memberi Informasi Transparan

Ketika mengetahui apa keinginan seorang target, bukan berarti Anda bisa menjebaknya agar membeli produk yang dijual. Pastikan memberi informasi yang transparan pada iklan produk Anda.

Jaminan Keamanan

Selain menghormati privasinya, data yang sudah Anda miliki harus aman di tangan perusahaan. Tak hanya itu, pastikan menggunakan tools yang aman untuk membuat iklan. Jangan sampai membuat perangkatnya terkena virus. malware, atau semacamnya.

Baca lebih lanjut  Mudah Kok! Inilah Cara Daftar Google AdSense dari Blog Buat Pemula

Data yang Dikumpulkan untuk Memulai Behavioral Targeting

Implementasi strategi penargetan berdasar pada perilaku konsumen dapat dimulai setelah adanya sejumlah data. Yang terdiri dari:

  •       lama penggunaan perangkat,
  •       alamat IP,
  •       riwayat berlangganan atau register akun,
  •       usia dan gen,
  •       situs web favorit,
  •       iklan yang diklik,
  •       riwayat pencarian,
  •       interaksi dalam situs, dan
  •       riwayat belanja.

Data-data tersebut akan dikumpulkan oleh platform khusus semacam data management.

Jenis Behavioral Targeting yang Harus Diketahui

Terdapat dua jenis penargetan behavioral yang mesti Anda tahu. Berdasarkan pada jenis data yang dikumpulkan, berikut di antara jenis tersebut:

1. Network Targeting

Cara kerja dari network targeting mengandalkan data-data seperti usia dan jenis kelamin. Kemudian, riwayat pencarian, cookie, dan alamat IP juga dibutuhkan untuk hal ini.

Adapun contoh dari jenis penargetan ini sama seperti bahasan sebelumnya. Ketika seseorang sering mencari suatu produk di internet, entah itu toko online entah situs belanja, maka akan ada iklan produk serupa di media lainnya.

2. Onsite Targeting

Sementara itu, yang dimaksud dengan on site targeting adalah saat di mana suatu produk yang sebelumnya dilihat ditawarkan kembali oleh sistem. Contohnya, Anda mencari serum jerawat di e-commerce. Namun, tidak membeli satupun di antara produk yang direkomendasikan.

Selanjutnya, Anda mencari facial wash untuk jerawat. Produk serum yang sempat Anda lihat-lihat sebelumnya bakal muncul sebagai iklan behavior.

Sudah Paham Seputar Behavioral Targeting?

Pada dasarnya, cara kerja teknik penargetan ini serupa marketers produk Anda. Yang mana, sistem membuatnya bekerja untuk menawarkan produk yang Anda jual selama beberapa waktu.

Sebagaimana pentingnya tim marketing di dunia nyata, teknik ini juga sama pentingnya. Oleh sebab itu, jika Anda ingin sukses berbisnis di dunia digital marketing, jangan abaikan pentingnya strategi ini.

Banner Jasa Ahli SEO

Untuk menerapkannya, Anda bisa menggunakan jasa ahli SEO di www.jasaahliseo.com. Selain menyediakan tim SEO, Jasa Google Ads berpengalaman. Khususnya di bidang pemasaran produk secara online. Hubungi sekarang untuk mendapatkan manfaat behavioral targeting!

Tags:

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Cari Artikel

Gratis Konsultasi

Dapatkan Info lebih Lengkap Terkait SEO

Masih bingung sama SEO? Yuk konsultasi dengan kami sekarang, akan kami berikan solusi terbaik untuk Anda

Artikel Lainnya

Related Posts For You

Need Help? Chat with us